Nuffnang Adds

Radio Islam Nusantara


Friday, October 1, 2010

Pena Sajak:Melihat Wajah Sastera Ini

budaya-pop.blogspot.com
Bila membaca karya-karya matang,kita sering di motivasikan untuk membina kesuksesan pengkaryaan lewat perjalanan panjang pemerhatian.Memberikan kita sebagai penulis hingusan harapan untuk terus mendaki kematangan karya.Juga sekian banyak imignasi indah untuk kita terus menjadi pembaca setia dan peneleiti yang tekun



   Kita akhirnya pengikut setia sama ada penulis mampan,popular mahupun genius.Namun perjalanan peribadi saya sendiri tidak menemukan realiti dari sekian banyaknya harapan dan imiginasi indah itu.Tidak menemukan keikhlasan dalam pengharapan yang di hulur dalam motivasi.Lebih 20 tahun menulis namun dalam arena penulis mampan dan popular yang penuh dengan harapan indah,masih saya tidak temukan ruang.Terlalu banyak basa-basi dalam karya-karya mereka.Hingga wujud kekosongan nilai dalam banyak karya-karya mampan dan popular hari ini di mana saya di besarkan
http://hasyuda-abadi.blogdrive.com/

kedaibukumaya.blogspot.com



20 tahun lalu tika mula mendaki,belajar dan meneliti karya penulis mampan dan popular sering memberikan harapan dan cerita cantik sebagai motivasi.Tetapi setelah 20 tahun berlalu karya sastera di mana saya membesar tidak ke man-mana lagi melainkan mencipta kekangan dalam arena mereka untuk di lihat dan dinilai sasterawan elit.Hakikatnya hanya mereka tidak mampu berada di padang realiti masa tempat mereka menyedut nafas.

Pembacaan Puisi Chairil Anwar 
masalafiyah-kajen.com
Di saat dunia lain memasyarakatkan karya sastera mereka kita masih di takuk lama.Bersikap elit dan megah sendiri.Persoalan global kita masih terperuk dalam mindah assabiah.Keasikan dengan kepopularan meletakkan karya sastera hanya dapat di nikmati kelompok elit dan pengiat yang tertutup mata fikirnya

   Ini membuat kita tertanya-tanya,untuk apakah sastera dalam masyarakat yang semakin bejat.Bila kita di hidangkan karya-karya rambulan.Bilakah karya sastera kita boleh berada dalam realiti masa di sekitarnya.Persoalan ini berpanjangan selama tempoh saya berada dalam dunia sastera saya membesar.Atau sastera sebenarnya hanya percakapan penulis mampan dan popular yang keliru antara kebenaran dan kepalsuan.Ataupun hanya penyusunan kemahiran bahasa untuk kebutuhan material semata-mata

  Dalam realiti hari ini arena karya sastera kita masih di monopoli karyawan mantap dan popular hingga takut memberikan ruang kepada penulis mendatang.Begitu assobiahnya dalam dunia sastera ini hingga menyekat pengembangan pemikiran.Dan kepincangan paling jelas dalam dunia sastera ini setelah lebih 50 tahun merdeka,ternyata ia tidak mampu berada dalam hati masyarakat.Andai ini masih berterusan menghiasi wajah sastera ini harapan kita melahirkan sasterawan genius menjadi sekadar mimpi indah kita


utuh Karya Jaya
1/10.2010


No comments:

Post a Comment