Nuffnang Adds

Radio Islam Nusantara


Tuesday, June 21, 2011

Kembali Dari Perjalanan Jauh



Masjid Bandaraya Kota Kinabalu Sabah

Setiap dari kita menginginkan yang terbaik dalam hidup kita.Lebih-labih lagi saat melalui perjalanan hidup di dunia yang fana ini.Perjalanan hidup yang tidak seberapa berbanding kehidupan kekal di alam seterusnya.

Setiap orang tidak akan dapat menafikan kebenaran saat kematian.Sebagaimana kita menjadi sebahagian penghuni dunia yang fana ini, setelah melalui kehidupan di alam rahim.Dari alam fana dunia, kita akan berhijrah ke alam kubur kerana itulah hakikat hidup.Hidup itu sendiri adalah pasangan kematian.Kemudian kita ke alam barzah dan berakhir di alam akhirat yang kekal .




Dunia ini sebenarnya sekadar bayang-bayang yang banyak menipu kita .Sehingga kita menyangka inilah alam yang kita akan kekal selamanya.Kita berusaha dengan bermati-matian,24 jam sehari semalam untuk membangunkan kehidupan dunia sehebat , selesa dan semegah mungkin.Sehinggalah maut menjemput kita , kesedar akan tiba di saat tidak ada peluang dan ruang lagi untuk mengusahakan bekal kehidupan kita di alam terakhir .Walhal kita sering di berikan peringatan akan kepentingan mengusahakan bekal ke akhirat.Tetapi kita lalai dan ingkar dengan peringatan itu.Walhal kita tahu mana mungkin kita dapat mengusahakan bekalan kita di akhirat di pentas lain, melainkan di dunia yang fana ini.Kita dapat umpamakan bahawa mana mungkin orang yang sedang bekerja menyediakan bekalan makanan untuk dirinya walhal ia sedang bekerja.Tentunya persediaandilakukan sebelum waktu bekerja.



Kita asik menguasakan keinginan jasad kita tetapi melupakan keperluan rohanai kita.Walhal manusia di bangunkan dari roh dan jasad.Menguasahakan keperluan jasad tanpa memperdulikan keperluan rohani membuat diri manusia itu pincang.Semua ini kerana kita terlalu yakin bahawa dunia keutamaan kita.Sedangkan kita di ciptakan tidak lain dari maksud mengabdikan diri kehadrat Allah swt.Jauh dari mengabdikan diri kepada dunia.



Untuk itu aku merasa cukup bertua dan bersyukur kehadrat Ilahi atas berkesempatan melalui perjalanan ini untuk mengenal diri sendiri.Mengenal siapa rab kita sebabagi manusia kembara di dunia ini.Banyak aku pelajari dari membangunkan keyakinan diri kehadrat Allah swt, yang selama ini di selaputi keyakinan-keyakinan palsu .Keyakinan akan kehebatan dunia dan benda-benda yang ada di dalamnya sehingga kita tidak melihat kehebatan Allah swt sebagai rab pencipta alam fana dan semesta seluruhnya.Membuat pena.tronik .org sepi tanpa karya selama beberapa bulan.

Aku melihat jauh ke dalam dunia penulisan akan hari-hari yang bakal kita tinggalkan kepada generasi kita .Apa kita berupaya mengajak mereka kepada Allah swt dengan karya penulisan kita.Karya yang memberikan kita bekalan.Tobrosan fikir itu membawa kita menulusuri jalan-jalan selamat untuk diri ku dan generasi di belakang kita di alam akhirat yang kekal .

Aku harus mengambil keputusan untuk mengajak diri mengenal Allah swt dalam karya-karya pada masa mendatang.Mengenal kehambaan diri.Ketidak mampuan diri sekali gus kehebatan Rab pencipta alam semsta ini.Dan berusaha bersungguh dengan sisi usia yang ada untuk mendapatkan hakikat insan kedalam diri saya.Dan bertanggungjawap mengajak generasiku dan generai kemudian kepada mengenal diri sebagai insani,hamba Rab pencipta diri.

Sememangnya bukan mudah.Selama ini ,keyakinan insan yang cari diri dalam karya-karyaku sebelum ini sukar aku mengertikan.tTidak pernah pula aku temui dalam pemikiran-pemikiran terhebat manusia moderan(yang di katakan) yang aku teladani.Tetapi aku temukan kosa kata dunia yang lebih lengkap bila berusaha meneladani Pesuruh Allah swt.Manusia masa lalu dan extreme di bibir-bibir para intelektual moderat(yang di katakan).

Selama ini aku melihat hanya dengan bantuan bola mata sehingga batas pandangan begitu terbatas dan sering di permainkan bayangan dunia .Namun dengan mata hati aku melihat dari semua sudut pandang dengan lebih baik dan jelas terbentang di hadapan .Tentunya sukar untukku dalam dunia penulisan menjadi pencatat dengan sudut pandang yang lebih luas.Tetapi aku yakin ,aku membina dunia baru yang lebih sempurna kelak dengan karya-karya mendatang dengan bantuan Ilahi.Dan aku mulai sedar pengucapan dalam karya-karyaku sebelum ini banyak yang tidak aku fahami sendiri maknanya.



DINGIN

Dingin
atas dedaunan
di tengah rimba kongkrit
kaku,kontang dan rusuh
dinginmu menyentuh hati-hati mati
segar,menjalar menatang sifat Kekasih Ilahi

Pintu-pintu langit terbuka
membawa cahaya gemerlapan menerang hati
kelobak mata berkaca-kaca
menelusuri usia sia-sia
di dahi kala menyentuh bumi
dinginya dekat dalam diri insani
asiknya terpantau sirman rahmatn_Nya.

Jalan mana yang kita pilih lagi
kalau tidak atas garis seorang pesuruh Ilahi
tidak ada dua tiga atau lebih
assunnah jalan selamat ke padang Masyhar

Kita lihat tasauf itu
akhlak kepada Rab dan sesama insan
taraekatnya sunnah
jaminan Ilahi
jalan mana lagi kalau tidak
jalannka kekasih Ilahi


Utuh Karya Jaya
19/05/2011
2.54 AM
Putatan ,Kota Kinabalu

No comments:

Post a Comment